Renungkan Sejenak…

Pernahkah para intipers menyadari dosa? Perkara itu memang tidak pernah dapat dilihat wujud nyatanya, akan tetapi nurani bisa merasakan bahkan menyadarinya. Entah karena sedari kecil kita terbiasa terdoktrin dengan hal-hal yang membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Baik atau buruknya sesuatu itu relatif, begitupula dengan benar dan salah. Tapi kebenaran itu mutlak dan kekal. Seperti ketika kita melihat adegan film, dimana kebenaran itu selalu nampak di akhir. Mau seperti apapun dijelaskannya di awal, tetap saja kita akan mengetahui kebenaran itu nanti… yaa… nanti… entah itu kapan.

Sulitnya mempertahankan kebenaran sehingga banyak di antara kita yang akhirnya bosan dan terpaksa mengalah dengan keadaan hingga akhirnya lebih memilih untuk menyerah dan terjerumus ke dalam dosa. Sebegitu  dahsyatnya kah godaan?! Terkadang ane sendiri tidak mengerti mengenai skenario yang kita jalani. Namun keyakinan terhadap Sang Pemilik Hidup membuat kita mampu berpasrah terhadap segala ketentuan-Nya. Tapi itu bagi mereka yang mau memahami. Karena masih banyak di antara kita yang cukup bebal untuk mencari tahu kebenaran yang sejati.

Segala hal yang kita kerjakan sekarang hingga nanti ajal menjemput pasti memiliki konsekuensinya. Tidak ada yang dapat mengetahui raport masing-masing dari kita, kecuali Sang Pencipta. Tidak ada hal yang terjadi tanpa ada sebab dan akibat. Ada yang beranggapan bahwa kematian adalah akhir dari kehidupan dan tidak akan ada lagi pertanggungjawaban setelahnya. Itu sah-sah saja, karena seperti yang ane katakan di awal, bahwa kebenaran terdengar seperti omong kosong ketika kita belum berada di fase saat kebenaran itu dibuktikan.

Beruntunglah bagi kalian yang sudah lebih dulu menyadarinya. Dan mampu untuk mengendalikan timbulnya konsekuensi berat akibat akumulasi dari perbuatan dosa. Pada saatnya nanti, tidak ada satupun yang dapat mengelak dan penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. Kita itu hanya sebatas makhluk ciptaan. Maka janganlah merasa angkuh dan merasa pikiran kita sama dengan Pencipta. Seolah mampu memahami segala hal mengenai isi dunia dan menerka kemungkinan yang akan terjadi setelah dunia ini binasa.

Termasuk kematian dan prosesnya tidak ada yang mengetahui secara pasti, kecuali Sang Pencipta dan orang yang sudah menghadap-Nya. Tidak masalah kalau ente menganggap tulisan ini cuma sekedar numpang lewat dan tidak bernilai apa-apa. Yang jelas ane merasa perlu menyampaikan kebenaran dan sama sekali tidak ada ruginya buat ane ketika banyak yang mengacuhkan. Buat ane ketika ada satu orang yang berani berubah untuk kebaikannya sendiri itu lebih baik daripada berkoar-koar dan memaksakan kehendak agar orang lain berubah, tapi dirinya sendiri masih terpuruk. Semoga kita termasuk orang yang beruntung ya intipers… Aamiin…

By Dita Gita Listian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: