Dilarang Membandingkan Kehidupan Kita Dengan Kehidupan Orang Lain!

Ish… ini judul kenapa tiba-tiba berani melarang pembacanya, pakai tanda seru segala lagi! Woles intipers… Ane bukan bermaksud untuk melarang siapapun untuk itu kok. Ini cuma satu bentuk empati ane kepada sesama untuk saling mengingatkan saja. Ayo jujur-jujuran deh… semakin kita membandingkan kehidupan kita sendiri dengan kehidupan orang lain, maka akan semakin timbul penyakit hati yang ada di dalam diri kita. Karena kebanyakan manusia lebih mengedepankan nafsu duniawi daripada menyadari bahwa yang kita miliki ini hanya titipan semata.

Oke… ane mungkin terlalu bersu’udzon kepada para intipers. Ada yang merasa dirinya tidak seperti dugaan ane. Yaa… memang tidak semua sih, tapi kebanyakan dari kita memang sulit untuk menerima kenyataan hidup sehingga begitu lemah manusia untuk lebih mendengarkan bisikan syaitan melalui indera penglihatan bahwa kehidupan orang lain lebih enak daripada kehidupan kita sendiri. Ujung-ujungnya kita menjadi manusia yang tidak bisa bersyukur. Bisanya hanya mengeluh dan berharap dikasihani. Padahal belum tentu kehidupan orang lain yang kita anggap lebih baik tersebut sesuai dengan pikiran kita. Bahkan seorang konglomerat sekalipun yang kita kira memiliki hidup yang lebih mudah dan nyaman, kenyataannya mereka tidak sepenuhnya bisa menikmati apa yang mereka miliki. Gak percaya?! Coba intipers tanya sendiri deh…

artikel25-1

Apapun dan bagaimanapun kehidupan kita, yang jelas Sang Pencipta lebih mengetahui kapasitas masing-masing makhluk-Nya. Kenapa kita sulit mendapatkan rejeki tapi orang lain begitu mudahnya menemukan jalan rejekinya? Itu bukan karena Sang Pencipta pilih kasih, melainkan rejeki yang diberikan itu bisa jadi sebagai ujian. Ujian untuk menilai  apakah kita masih bisa mengingat-Nya di tengah kondisi yang bergelimang harta. Karena manusia cenderung ingat kepada Sang Pencipta di kala kondisi kekurangan. Jadi jangan terlalu khawatir intipers… kalau sekarang ini ente menilai kehidupan yang dimiliki tidak seberuntung kehidupan orang lain, perbanyaklah mengingat Sang Pencipta. Ibadahlah dengan hati yang ikhlas dan yang paling penting buang jauh-jauh penyakit hati karena bisa jadi kehidupan ente sekarang tidak lebih baik karena ‘hitamnya’ hati.

Sebetulnya sah-sah saja kalau ente membandingkan kehidupan yang dimiliki dengan kehidupan orang lain, asalkan membandingkannya dalam konteks yang positif yaa… Misal, sebagai penyemangat supaya kita lebih rajin ibadah dan tidak malas untuk mencari nafkah atau sebagai bahan motivasi untuk memiliki prestasi yang lebih baik. Tapi kalau ente membandingkan kehidupan orang lain hanya untuk menambah dosa, hmm… sebaiknya ente liat lagi deh judul tulisan ane di atas. Budayakan kesadaran dan ciptakan pikiran yang membangun supaya kita memiliki mental yang tahan banting, terutama tahan banting terhadap godaan dan hasutan dari syaitan yang terkutuk.

*By Dita Gita Listian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: