Tidak Masalah Kuper yang Penting Kualitas Super

Buat semua yang ngerasa ‘cupu’ jangan dulu berkecil hati, karena bisa jadi si cupu bakal bermetamorfosis menjadi si famous yang bisa menjadi rule mode orang banyak. Atau setelah kalian sama-sama berkarier bisa jadi si cupu yang jadi leader dan bahkan bisa menjelma menjadi enterpreneur super kreatif dengan omset yang W.O.W…

Mungkin banyak yang berpikir pernyataan ane terlalu muluk-muluk, tapi memang sesungguhnya orang yang terlihat memiliki banyak kekurangan justru menyimpan Kuper gifbanyak ’emas’ terpendam dalam dirinya.  So, jangan pernah meremehkan teman-teman ente yang kelihatannya kuper, cupu bahkan kudet. Karena bisa jadi anak yang kuper itu bukan semata-mata dia tidak mampu bergaul atau bersosialisasi dengan baik, justru mungkin salah satu cara agar kehormatan dan harga dirinya bisa lebih terjaga dari fitnah dunia.

Wuiihh.. berat omongannya kalau udah bawa-bawa fitnah. Bayangkan kalau ente punya anak perempuan yang keluyuran, ngalor ngidul kesana kemari dan tidak jelas pergaulannya. Seolah-olah kalau tidak ikutan nongkrong atau melakukan hal yang dinilai hits, update dan trendy bakal ketinggalan jaman sama teman-temannya. Hati-hati ente harus siap-siap jadi orang tua yang pusing tujuh keliling kalau ternyata anak-anak ente sudah masuk perangkap ‘gemerlapnya dunia fana’.

Ane sendiri tidak semata-mata bilang yang ‘kuper’ (kurang pergaulan) akan lebih baik daripada yang ‘akper’ (aktif pergaulan). Intinya kurang atau tidaknya pergaulan bukan dilihat dari seberapa sering orang tersebut bersosialisasi. Membaca buku, sering melakukan komunikasi positif kepada orang-orang yang memiliki pola pikir yang positif dan terbuka serta memiliki keyakinan yang kuat bahwa kebenaran adalah hal yang sejati merupakan cara yang bisa dilakukan untuk membangun kualitas diri yang super.

Kuper tidak selalu berkonotasi negatif. Jika kuper adalah salah satu cara yang dipilih agar lebih selektif menyaring informasi serta diperuntukkan untuk menjaga kesucian dan menjunjung tinggi kehormatan, maka itulah yang perlu kita terapkan. Jangan merasa minder dengan penilaian orang lain. Kita hanya perlu menjadi diri sendiri yang mampu menularkan hal positif dan berperilaku bijak agar orang lain menyadari dan menjadi saksi bahwa yang kuper bisa jadi super. Eitts… yang baca artikel ini juga jangan sampai baper yaa…

*By Dita Gita Listian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: