You’re Not Important.. but My Self ???

10

Yup… coba deh baca dengan seksama judul di atas.. Ada yang ngerti gak apa maksudnya?? Mungkin bisa jadi beberapa persepsi yang muncul dari satu kalimat tersebut. Tapi sebenernya sih simple, disini ane cuma berusaha ngeliat realita yang ada di lingkungan masyarakat kebanyakan. Mungkin tanpa kita sadari kita lebih pandai menilai orang lain, example kayak waktu kita nonton pertandingan sepak bola di TV aja. Sebagai penonton kita paling bisa mengomentari kesalahan yang dilakuin setiap pemain, tapi ketika kita dihadapkan dengan kenyataan untuk bermain bola di lapangan sebenernya mungkin permainan kita bisa lebih buruk dari permainan yang kita lihat di TV tadi.

Seneng banget ngurusin hal remeh temeh orang lain daripada berupaya untuk merubah hal negatif yang ada di dalam diri kita supaya jadi positif. Gimana mau maju kalau pola pikir per individualnya aja gak pernah mau diajak buat maju?! Kadang ane suka geleng-geleng kepala sendiri ngeliat orang-orang yang sibuk cari-cari salah dan lemahnya orang lain. Harusnya kita bisa ambil sisi positif dari orang lain dan kita benahi  hal-hal negatif yang ada di diri kita.. Hmm.. tapi emang susah juga yee kalo perilaku kayak gitu udah mendarah daging.. Tapi yang ditakutin, ini ujung-ujungnya bisa lari ke penyakit hati.

Koq jadi emosi?? hahahaha… maaf ye ane kebawa sama suasana.. Yah.. mau gimana lagi, itulah warna-warni hidup. Pada dasarnya semua manusia itu baik lho, yang buat perilaku mereka gak baik adalah pengaruh ‘setan’. Bukan berarti si ‘setan’ ane jadiin kambing hitam disini. Tapi Tuhan sendiri berfirman bahwa setan berjanji akan terus menjerumuskan manusia-manusia yang tidak beriman kepada Tuhan ke dalam kesesatan agar kelak di akhirat mereka mendapatkan siksa api neraka. Dan kebanyakan manusia sekarang lebih fokus ke hal duniawi makanya banyak di antara mereka yang kelakuaannya gak bener.

Makanya ane masih inget baget tuh kata-kata orang bijak yang bilang ‘seburuk-buruknya manusia dia tetaplah manusia’. Nah, kalimat ini juga sedikit banyaknya nyentil benak kita masing-masing, yang tanpa kita sadari mungkin kita juga pernah melakukannya. Misalnya gini, saking jengkelnya kita sama seseorang kadangkala kita jelek-jelekin dia entah di depan orang lain atau bergumul dengan diri sendiri. Padahal di luar daripada perilaku orang yang sudah membuat kita jengkel itu sebenernya dia tetap manusia yang baik. Ingat hanya perilakunya yang buruk bukan manusianya. Hanya saja seringkali kita lupa akan itu, kita lebih sering menganggap seseorang itu buruk karena perilakunya yang buruk.

Masih banyak sebenernya hal sepele yang kadang dibuat menjadi berlarut-larut. Dan sayangnya kita lebih senang hanyut dalam keterpurukan itu. Sibuk dengan hal-hal negatif orang lain tanpa mempedulikan hal yang lebih ironis dalam diri kita sendiri. Penyakitnya cuma satu sih.. HATI.. Koq hati?? Ya iya, kalau manusia punya hati bersih pikirannya juga pasti positif. Tapi sebaliknya kalau pikiran seseorang itu selalu negatif berarti…??? Nah lho, kalau Anda termasuk yang mana?!?

*By Dita Gita Listian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: